upaya peningkatan

Upaya Peningkatan Produktivitas Padi Dengan

Pengaturan Jarak Tanam Pada Sistem  Tanam Jajar Legowo

 

Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal

 

 

Pendahuluan

Teknologi produksi padi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi diantaranya adalah tanam dengan jajar legowo. Istilah legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata”lego” berarti luas dan ”dowo berarti memanjang. Sistem tanam jajar legowo merupakan sistem tanam yang memperhatikan larikan tanaman, tanam berselang seling antara 2 atau lebih baris tanaman padi dan satu baris kosong.

Selengkapnya...

pestisida biokimia

Pestisida Biokimia (Biochemical Pesticides):

Pilihan Tepat Pengendali OPT Ramah Lingkungan

 

Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

 

Pendahuluan

 

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu faktor pembatas penting dalam upaya peningkatan produksi tanaman. Kehilangan hasil tanaman akibat serangan OPT di pertanaman diperkirakan mencapai 25-100% dari potensi hasil (Setiawati et al., 2008). Lebih lanjut dikatakan bahwa di samping sangat menurunkan kuantitas produksi, serangan OPT juga dapat menurunkan kualitas dan harga produk, serta daya saing produk di pasar. Secara ekonomis kerugian tersebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

Selengkapnya...

respon tanaman

RESPON TANAMAN TERHADAP CEKAMAN ABIOTIK

PENCEMARAN TANAH (HEAVY METALS)

 Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

 

Pendahuluan

Fenomena penurunan produktivitas lahan saat ini semakin banyak dirasakan oleh petani. Sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara kualitatif mulai dapat dideteksi oleh petani. Menurunnya kulitas tanah disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah adanya pencemaran tanah. Pencemaran tanah terjadi karena adanya penumpukan senyawa beracun seperti, bahan kimia, garam, bahan radioaktif, atau bahan lain yang memiliki efek buruk terhadap pertumbuhan tanaman dan hewan (Okrent, 1999). Tanah pertanian mengalami pencemaran dari berbagai sumber. Pelapukan batuan merupakan sumber alami menumpuknya logam berat pada tanah. Proses ini tergantung pada sifat batuan dan kondisi lingkungan yang akan berpengaruh terhadap konsentrasi logam pada tanah (Abdu et al., 2011). Secara umum, tanah di lokasi industri memiliki kelompok kontaminan logam berat yang berbeda-beda, tergantung pada masing-masing industri, bahan baku dan produknya (Alloway, 1999). Selain itu, pada tanah pertanian yang terkontaminasi akan mengakibatkan kelainan fungsional, menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu bahkan dapat mengancam kesehatan manusia melalui kontaminasi rantai makanan (Shidu,  2016).

Selengkapnya...

hubungan ketebalan lapisan

HUBUNGAN KETEBALAN LAPISAN EPIDERMIS DAUN TERHADAP INFEKSI JAMUR Alternaria porri PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU PADA EMPAT VARIETAS BAWANG MERAH

(Review Hasil Penelitian Marlitasari et al., 2016)

 

 

Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

Pendahuluan

Dalam pertumbuhannya, tanaman seringkali mengalami gangguan dari berbagai patogen penyebab penyakit baik dari kelompok jamur, bakteri, virus, nematoda, dan mikoplasma. Seperti halnya tanaman lainnya, tanaman bawang merah juga sering mengalami permasalahan bertalian dengan gangguan hama dan patogen.

Selengkapnya...

pengendalian hayati

PERAN PENGENDALIAN HAYATI DALAM

MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN

Oleh:

Rokhlani

 

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

 

Pendahuluan

Praktik budidaya tanaman saat ini masih didominasi oleh penggunaan input luar yang tinggi. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia masih menjadi kebutuhan utama dan sangat diandalkan untuk mendongkrak target produksi. Namun, praktik budidaya tanaman yang dilakukan seprti pada masa revolusi hijau telah terbukti menimbulkan pencemaran, merusak ekosistem, dan berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Sistem pertanian konvensional disamping menghasilkan produksi panenan yang meningkat namun telah terbukti pula menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem pertanian itu sendiri dan juga ligkungan lainnya. Keberhasilan yang dicapai dalam sistem konvensional ini juga hanya bersifat sementara, karena lambat laun ternyata tidak dapat dipertahankan akibat rusaknya habitat pertanian itu sendiri. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk memperbaiki sistem konvensional ini dengan mengedepankan kaidah ekosistem yang berkelanjutan (Aryantha, 2002).

Selengkapnya...

Rencana Strategis