AWAS APLIKASI PESTISIDA

 

AWAS APLIKASI  PESTISIDA

 

Akhir- akhir ini, petani tidak lepas dari penggunaan pestisida untuk pengendalian OPT pada tanaman palawija, hortikultura, perkebunan bahkan buah-buahan. Aplikasi pestisida hendaknya efektif terhadap OPT sasaran dengan tidak mengganggu musuh alami, misalnya Spinosad dan Abamectin dan juga tidak mengganggu lingkungan sehingga aplkasinya berdasarkan ambang pengendalian OPT.

Beberapa Jenis pestisida berdasarkan OPT sasaran antara lain untuk serangga adalah insektisida (Agrimec, Buldok, dll), tungau/ akarina adalah akarisida (Omite, Rotraz, dll). Cendawan/jamur adalah fungisida (Amistartop, Dithane, dll), bakteri adalah bakterisida (Agrep, Bactocyne, dll). Gulma/ tanaman liar adalah herbisida (Gramoxone, Goal, dll). Tikus adalah rodentisida (Klerat, dll), siput/moluska adalah moluskisida (Siputok) serta nematoda adalah nematisida (Furadan).

    Penggunaan pestisida dengan berdasarkan 6 tepat yaitu, tepat sasaran, tepat mutu, tepat jenis, tepat waktu, tepat dosis/konsentrasi dan tepat cara.

    Tepat sasaran ialah pestisida yang digunakan harus berdasarkan jenis OPT yang menyerang. Sebelum menggunakan pestisida, langkah awal yang harus dilakukan ialah melakukan pengamatan untuk mengetahui jenis OPT yang menyerang. Langkah selanjutnya, sedangkan tepat mutu adalah pestisida yang digunakan harus bermutu baik. Untuk itu agar dipilih pestisida yang terdaftar dan diijinkan oleh Komisi Pestisida. Jangan menggunakan pestisida yang tidak terdaftar, sudah kadaluwarsa, rusak atau yang diduga palsu karena efikasinya diragukan dan bahkan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Suatu jenis pestisida belum tentu dianjurkan untuk mengendalikan semua jenis OPT pada semua jenis tanaman. Oleh karena itu, agar dipilih jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan suatu jenis OPT pada suatu jenis tanaman. Informasi tersebut dapat dilihat pada label atau kemasan pestisida tersebut.

Waktu penggunaan pestisida harus tepat, yaitu pada saat OPT mencapai ambang pengendalian dan penyemprotannya harus dilakukan pada sore hari (pukul 16.00 atau 17.00) ketika suhu udara < 300C dan kelembaban udara 50-80%.

Dosis atau konsentrasi formulasi harus tepat yaitu sesuai dengan rekomendasi anjuran karena telah diketahui efektif mengendalikan OPT tersebut pada suatu jenis tanaman. Penggunaan dosis atau konsentrasi formulasi yang tidak tepat akan mempengaruhi efikasi pestisida dan meninggalkan residu pada hasil panen yang membahayakan bagi konsumen. Informasi dosis atau konsentrasi anjuran untuk setiap jenis OPT pada tanaman tertentu dapat dilihat pada label atau kemasan pestisida

Tepat cara penggunaan/aplikasi : percikan (splashing), hembusan (dusting), fogging, pencelupan (dipping), pengocoran (drenching), perlakuan benih (seed treatment) injeksi (injection), pelaburan (painting), fumigasi (fumigation), penaburan (broadcasting), penyemprotan (spraying) dan sebagainya. Penyemprotan merupakan cara aplikasi pestisida yang paling umum, sekitar 75 % dari seluruh pestisida di dunia diaplkasikan dengan cara disemprotkan.

Teknik Penyemprotan

Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat penyemprotan yaitu ; peralatan semprot seperti tangki semprot dan perlengkapannya dipastikan dalam kondisi baik dan tidak bocor. Di samping persyaratan tersebut, penyemprot punggung harus memiliki tekanan semprot minimal 3 bar dan penyemprot mesin 8-12 bar.

Nozzle (spuyer). Ukuran butiran semprot yang ideal untuk penyemprotan pestisida adalah 150 – 200 mikron. < 150 mikron, butiran semprot tertiup angin. > 200 mikron, butiran semprot cepat luruh. Nozzle atau spuyer harus diganti setiap 6 bulan.

Volume semprot adalah banyaknya air yang diperlukan untuk melarutkan pestisida yang akan digunakan untuk menyemprot pertanaman pada suatu area tertentu. Volume semprot disesuaikan dengan kemampuan tanaman menampung larutan semprot. Jadi volume semprot berbeda menurut umur tanaman

Pembuatan Larutan Semprot

Pelarutan pestisida untuk pompa gendong dengan cara larutkan pestisida pada ember yang berisi air sesuai kapasitas pompa semprot. Aduk pestisida secara merata. Tuangkan larutan pestisida ke dalam pompa semprot secara hati-hati. Sedangkan untuk pompa mesin, yaitu dengan larutkan pestisida pada ember kecil yang berisi air. Aduk pestisida sampai merata. Tuangkan larutan pestisida dari ember kecil ke dalam drum yang telah berisi air sesuai dengan kebutuhan. Aduk pestisida di dalam drum secara merata. Larutan pestisida siap digunakan.

Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Penyemprotan Pestisida

Pada pagi hari kelembaban udara > 80%, udara masih banyak mengandung uap air sehingga butiran semprot akan tercampur dengan uap air tersebut, akibatnya konsentrasi formulasi pestisida tersebut menurun. Sehingga daya bunuhnya pun menurun dan menghambat lajunya butiran semprot untuk mencapai target sasaran.

Suhu udara pada siang hari di atas permukaan tanah lebih rendah dari pada suhunya di angkasa. Dengan demikian akan terjadi pergerakan udara dari bawah ke atas (turbulensi) yang akan menerbangkan butiran semprot. Suhu yang tinggi akan mempercepat laju penguapan butiran semprot.

    Kecepatan angin yang ideal adalah 3-6 km/ jam dengan tanda-tandanya Daun-daun bergoyang secara perlahan, lambaian bendera membentuk sudut 450, hembusan angin terasa secara perlahan menerpa wajah kita.

Catatan : Disarankan insektisida, fungisida dan perekat perata yang diproduksi oleh satu produsen atau pabrik yang sama.

 

Oleh : SUPRIYANTO, S.ST (PP Kec. Bumijawa)

Sumber : Tonny K. Moekasan dan Laksminiwati Prabaningrum, BALAI PENELITIAN TANAMAN SAYURAN

      

Rencana Strategis