budidaya tanaman kopi arabika

 

Budidaya Tanaman Kopi Arabika Di Bawah Tegakan

 Belum lama ini, di Kecamatan Bumijawa khususnya desa-desa penyangga hutan pinus milik negara, yaitu Desa Sigedong, Guci dan Batumirah dicanangkan penanaman kopi di bawah lahan tegakan hutan tersebut. Adapun manfaatnya di samping menghasilkan keuntungan serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani masyarakat sekitar hutan, juga sebagai upaya pelestarian hutan yang kian tahun semakin gundul.

Seperti halnya di daerah bukit Muria Kab. Kudus, dengan penanaman kopi oleh masyarakat sekitar hutan telah memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan petani dan kelestarian hutan. Tanaman kopi arabika dapat berkembang dan berproduksi maksimal di bawah tegakan pohon pinus.

Di dunia terdapat 70 Negara penghasil kopi. Indonesia tercatat nomor 4 sebagai penghasil kopi terbesar dunia.Produksi kopi Indonesia  mencapai 633.900 tonditahun 2011. Ekspor kopi Indonesia 352.007 ton. Dengan perhitungan konsumsi kopi dari asumsi peminum kopi 10% dari total jumlah penduduknya sebanyak 237 juta orang10% x 237 jt = 23.700.000. Jika 2 kali minum sehari,maka 14 gr x 23.7 jt =331 jt gr = 331.000 ton, khususnya untuk kebutuhan dalam negeri.

Syarat tumbuh tanaman jenis kopi arabika 800–2000 m dplsedangkan jenis robusta <400 m dpl, suhukisaran 15-25º C, curah hujan1.750–3000 mm/thndan bulan kering 3 bulan. Kedalaman solum tanah minimal 30 cm. Kelembaban udara 70–80%. Kemiringan lahan 0-40o. Persyaratan tumbuh kopi antara lain ;  pH tanah5,5–6,5, Topsoilminimal 2%, strukrur tanahsubur, gembur ke dalaman relative >100 cm.

Persiapan lubang tanam dibuat 3 bulan sebelum tanam. Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60x60x60 cm,  75x75x75 cm atau 1x1x1 m untuk tanah yang berat. Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang. Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan. 2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah  dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15/20 kg/lubang,  dimasukkan kembali ke dalam lubang dan tanah urugan tersebut jangan dipadatkan.

 

Penanaman

Penanaman bibit kopi dilakukan dengan tahapan menggali kembali lubang tanam yang semula ditutup. Lepas perlahan pembungkus akar bibit. Masukkan bibit kedalam lubang tanam hingga batas leher akar. Tutup kembali lubang tanam sampai  agak menggunung. Bila diperlukan penyulaman tanaman kopi setelah sebulan bibit ditanam diperiksa apakan ditemukan bibit yang mati sehingga harus diganti. Penyulaman dihentikan setelah tanaman ditanam 6 bulan, kemudian penyulaman selanjutnya dilakukan pada awal musim hujan berikutnya. Cadangan pohon untuk menyulam 20%/ha.

Pohon pelindung menjaga tanaman kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman tidak cepat habis. Pohon pelindung ditanam 1–2 tahun sebelum penaman kopi, atau memanfaatkan tanaman pelindung yang ada. Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain lamtoro, dadap, sengon, dll. Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi. Pemangkasan pohon pelindung dapat dilakukan pada musim hujan.

Pemeliharaan Tanaman

Penyiangan yaitu membersihkan gulma di sekitar tanaman kopi. Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah. Untuk tanaman dewasa dilakukan 2 x setahun.

Pemangkasan bertujuan untuk menciptakan bentuk pohon yang ideal. Pemangkasan sangat diperlukan guna ; menyediakan batang dan percabangan yang baik untuk buah kopi fase berikutnya. Menjaga keseimbangan antara total luas daun dan tanaman. Mencegah kelebihan cabang dan kematian tunas. Mengurangi bantalan bunga berlebihan (terutama bantalan bunga yang telah berusia 2-3 kali panen) pada cabang. Mempertahankan bentuk pohon yang ideal. Pemangkasan dilakukan pada tanaman berumur 1-3 tahun.

Prinsip dasar pemangkasan bentuk dilakukan agar pohon tidak terlalu tinggi, pertumbuhan cabang-cabang samping lebih kuat dan panjang untuk mendukung pembuahan, tinggi ideal pohon pangkasan 1,5-1,8 m. Cabang primer teratas harus dipotong tinggi satu ruas. Cabang sekunder yang tumbuh pada posisi 20 cm harus dipangkas bersih. Pilih 2-3 cabang sekunder yang kuat dan letaknya menyebar pada setiap cabang primer untuk dipelihara, dan sisanya dipangkas dan pemangkasan dilakukan pada akhir kemarau agar pertumbuhan cabang lebih baik dan kuat.

Pemangkasan produksi dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah daun dengan tanaman serta Menciptakan aerasi yang ideal sehingga kelembaban iklim mikro sekitar cabang terjaga (menghindarkan penyakit). Adapun prinsip dasar pemangkasan produksi adalah pembuangan tunas air (wiwilan) yang tumbuh keatas, pembuangan cabang cacing dan cabang balik, pembuangan cabang-cabang yang terserang hama dan penyakit dan pemangkasan dilakukan 3-4 kali dalam setahun dan dilakukan pada awal musim hujan. Sedangkan pemangkasan rejuvinasi disebut pula pemangkasan peremajaan, dilakukan pada tanaman yang sudah tua dan kurang produktif yaitu peremajaan pada batang dan peremajaan pada cabang

Dosis pemupukan kopi per pohon adalah umur 1 tahun : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL. Umur 2 tahun : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80 gr KCL. Umur 3 tahun : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL. Umur 4 tahun : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL. Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL. Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

Tepat pengaplikasian pemupukan yang tepat memungkinkan jumlah pupuk yang hilang akibat penguapan dan tercuci oleh hujan sedikit. Pemupukan pada kopi arabika dilakukan disisi luar perakaran sejajar tajuk tanaman. Pupuk di benamkan melingkar sedalam 5-10 cm. Pemupukan sejajar dengan sisi luar tajuk bertujuan agar pupuk yang baru diaplikasakan tidak kontak langsung dengan akar tanaman. Kontak langsung bisa menyebabkan sel-sel rambut akar rusak sehingga akar tanaman menjadi stress.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian adalah suatu kegiatan untuk mengurangi atau mengendalikan populasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman dengan berbagai komponen pengendalian yang dilakukan, seperti pengendalian secara biologis, mekanis, kultur teknis, hayati (penggunaan musuh alami), dan penggunaan pestisida.

Hama Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun. Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kopi adalah penyakit karat daun yang disebabkan oleh Hemileia vastatrix. Penyakit JamurUpas disebabkan oleh Corticium     salmonicolor. Penyakit akar hitam penyebabnya Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu menggantung dan gugur. Penyakit akar coklat penyebabnya  Fomes lamaoensisatau Phellinus lamaoensis. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola dan penyakit mati ujung pada ranting penyebabnyaRhizoctonia.

Panen

Kopi Arabika mulai berbuah pada umur 2-4  tahun. Petik buah yang betul masak dengan warna merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas. Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian pohon/cabang/ranting) yang rusak sehingga tidak menimbulkan stres dan mengganggu perkembangan selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

Rencana Strategis