Tanaman Pengusir Hama

 

ANEKA TANAMAN PENGUSIR HAMA

 

 Kedatangan serangga hama pengganggu seringkali menggangu kehidupan tanaman dan menyebabkan berbagai penyakit. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengusir hama serangga, ada yang alami maupun menggunakan zat kimia. Namun penggunaan zat kimia tidak disarankan karena dampak residunya pada kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk itu dapat menggunakan cara-cara alami seperti dengan mengusir hama serangga menggunakan tanamanrefugia.

 

 Tanaman berbunga dengan warna mencolok serta berbau sebagai pengalihan fokus serangan hama pada tanaman inti maupun tanaman inangnya sehingga tanaman budidaya akan selamat dari serangan hama serangga penghisap sari-sari makanan tanaman dan perusak buah.

 

 Refugia merupakan pertanaman beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan sumber pakan atau sumber daya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid (Nentwig, 1998 ; Wratten et al., 1998) 

 

 

Beberapa jenis tanaman yang berguna untuk menolak dan mengusir hama, terutama serangga, baik dimanfaatkan dalam wujud tanaman hidup maupun olahannya, antara lain ;

 

 Artemisias, adalah salah satu tumbuhan jenis semak untuk menolak kupu kubis, ngengat, kutu, lalat dan hama penggerek.Yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian dahan dan rantingnya yang telah dikeringkan. Caranya dengan ditempatkan dalam satu wadah diletakkan dekat tanaman budidaya.

 

 Kantung Semar dikenal sebagai pemakan serangga dan hewan.Kantung semar adalah tumbuhan endemik Asia Tenggara khususnya Indonesia. Pada waktu tertentu, bunga kantung semar mengeluarkan bau menyengat. Bau tersebut berguna untuk menarik perhatian serangga. Tanaman kantung semar mempunyai cairan khusus yang ada di dalam kantung yang berguna untuk mencerna serangga yang terjebak. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kantong semar beradaptasi untuk memperoleh makanan.

 

 Bawang putih sangat berguna untuk mengusir aphids, kumbang Jepang, lalat wortel, hama penggerek, siput dan ulat akar.Bawang putih apabila ditanam bersamaan dengan bawang merah maka dapat mengusir hama tikus.

 

Lavender. Tumbuhan lavender kerap kali digunakan sebagai bahan dasar lotion anti nyamuk. Bunga lavender memiliki aroma yang sangat harum. Belum ada informasi bahwa lavender juga bermanfaat untuk menolak serangga lain.

 

 Marigoldlebih dikenal dengan nama Tagetes sering digunakan sebagai border atau pembatas tanaman oleh para petani. Biasanya, Tagetes ditanam bersamaan dengan tanaman semusim. Kebanyakan serangga tidak menyukai aroma Tagetes yang berbau busuk.

 

 Rosemary dan Mint dapat mengusir kupu kobis, lalat wortel, bekicot juga mencegah serangga bertelur di tanaman pada kebun kita seperti ngengat kubis

 

 Tanaman basil dapat mengusir hama serangga seperti lalat dan nyamuk. Anda dapat menanam beberapa tanaman basil di sekitar tanaman yang diganggu hama dan beberapa area lainnya di sekitar jendela rumah untuk mencegah masuknya lalat dan nyamuk ke dalam rumah.

 

 Tanaman Tansy dapat mengusir hama serangga seperti kumbang Jepang dan nyamuk. Tomat dan Tanaman Borage dapat mengusir hama serangga seperti hornworm pada tomat. Sementara tanaman marigold dapat mengusir hama serangga berbahaya seperti nematode dan kumbang Jepang. 

 

 Bayam dapat untuk mengusir hama siput serta Tanaman “pyrethrum painted daisies” dapat mengusir hama serangga seperti aphid.

 

Menggunakan tanaman yang tahan hama di dalam kebun dan lahan sawah juga sangat baik untuk mengusir hama serangga. Misalnya tanaman azalea atau bunga kenikir dapat mencegah hama serangga berbahaya seperti kumbang yang dapat merusak tanaman.

 

         

 

 

 

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}

Rencana Strategis