Upaya khusus

 

UPAYA KHUSUS PENINGKATAN PRODUKSI PADI

 GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

DI KABUPATEN TEGAL

 

Oleh:

Rokhlani

PP Muda Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal

 

 

Padi, Jagung, dan kedelai memiliki peranan pokok   sebagai   pemenuhan   kebutuhan pangan,pakan dan industridalamnegeri yang setiaptahunnyacenderung meningkat seiringdengan Jumlah pendudukdan berkembangnya industri pangan dan pakan. Sehinggadari sisi ketahanan pangannasionalfungsinya menjadiamatpenting danstrategis.  

Berdasarkan data aram BPS tahun 2014 produksi padi, jagung, dan kedelai  di Jawa Tengah dari tahun 2008 hingga tahun 2014 fluktuatif.  BPS menyebutkan bahwa produksi padi tahun 2014 mengalami penurunan sebesar  6,84% jika dibandingkan produksi padi tahun 2013. Sementara itu, produksi jagung di Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar 2,91% jika dibandingkan produksi jagung tahun 2013. Sejalan dengan kenaikan produksi pada jagung, kenaikan produksi kedelai di tahun 2014 naik sebesar 29,98%. Dari data tersebut, nampak bahwa yang perlu dikerjakan ekstra keras adalah mengupayakan peningkatan produksi padi. Oleh karena itu, pada tulisan ini, penulis sempitkan pembahasan hanya pada komoditas padi.

 

Mengapa produktivitas padi sangat penting untuk ditingkatkan?

Beras merupakan bahan makan pokok bagi 95% penduduk Indonesia. Sejak awak kemerdekaan negara kita telah berusaha keras untuk meningkatkan produksi padi. Namun, selam lebih dari tiga dekade Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan beras dalam negeri. Hal ini, menyebabkan negera kita tergantung pada impor. Berbagai kebijakan untuk meningkatkan produksi padi, seperti pembangunan sarana irigasi, subsidi benih, pupuk, dan pestisida, kredit usaha tani bersubsidi, dan pembinaan kelembagaan usaha tani telah ditempuh. Selainj upaya-upaya tersebut, dalam hal pemasaran hasil, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan harga dasar gabah (HDG) atau harga dasar pembelian pemerintah.

Selengkapnya...

Pangan Petani dan Kehidupan

 

PANGAN, PETANI, dan kehidupan

 

 Rokhlani

 

PP Muda Dinas Tan-KP  Kabupaten Tegal


 

 

Pangan dan Kehidupan

Pangan adalah kehidupan. Persoalan yang berkaitan erat dengan hidup dan kelangsungan hidup. Mereka yang tidak makan tentu akan mati. Mereka yang hanya mendapatkan makanan dalam jumlah sangat terbatas dan buruk secara kualitas, akan mengalami pertumbuhan yang tidak sehat. Namun, bagi mereka yang mendapatkan cukup makanan sehat, tentu akan dapat tumbuh dengan baik, sehat dan wajar. Barangkali inilah aturan kehidupan yang baku. Oleh karena itu, setiap orang, setiap keluarga, setiap komunitas, dan setiap negara akan berjuang dengan segala daya upaya untuk mencukupi kebutuhan pangannya.

Dalam perjalanan kehidupan manusia ada beberapa kemungkinan yang mungkin terjadi, yakni: Pertama, suatu keadaan tidak mampu. Keadaan di mana kita tidak cukup kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sebagai akibatnya, kita kekurangan dan tumbuh secara tidak sehat. Kisah tentang gizi buruk, khususnya yang dialami oleh balita (gizi buruk) adalah contoh nyata dari keadaan tersebut. Apa yang dapat diharapkan dari keadaan yang demikian ini?

Selengkapnya...

Belajar Kepada Alam Semesta

 

 

 

 BELAJAR KEPADA ALAM SEMESTA

 

         Oleh : Ahmad Mulyo Aji      **)

 

Sejak penulis  masuk Dinas  Tanbunhut   pada Tahun 2013   sampai sekarang,  saya  menilai dalam forum pertemuan Kelompok Tani,  petani semakin banyak  menyampaikan keluh kesah perihal semakin sulitnya upaya  meningkatkan produktivitas  tanaman,  utamanya  tanaman semusim.  Disampaikan oleh petani, lahan sawahnya semakin keras gampang sekali kering, boros pupuk, hama penyakit tanaman semakin beragam dan semakin kuat intensitas serangannya. Sebagai contoh : Hama  penggerek muncul setiap musim.  Walang sangit hampir di setiap musim sadon semakin mengganas.   Penyakit  busuk batang pada jagung dan penyakit bercak coklat pada padi yang dulu kemunculannya diabaikan sekarang semakin meluas.  Fenomena apakah ini  ??...

 

 

 

Dalam kerangka itulah kita semua yang berstatus sebagai Makhluk   yang Dhoif (diliputi kelemahan) mawas diri, bertafakur  dan beranjak mencari hikmah....ALLAH sudah mengingatkan “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah ( Q S  Shaad : 27), yang semestinya manusia harus memikirkan ( Q.S Al Baqarah : 164) sebagai konsekwensi manusia  dianugerahi  akal (Q S Ali Imran 190).

 

Mencari hikmah dari fenomena alam, sudah diajarkan oleh para Wali, terutama Wali Songo yang berdakwah dengan metode pendekatan Alam Semesta dan budaya.  Karena pada hakekatnya alam semesta juga Ayat-Ayat ALLAH.  Alam semesta justru merupakan ayat-ayat ALLAH  yang pertama, sebelum ALLAH  menurunkan Kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Alquran.   

 

Tidak usah jauh-jauh... kita perhatikan di tempat terbuka dengan pohon yang tumbuh    di atasnya. Pohon memiliki  daun-daun yang bertingkat.  Ada tunas, ada daun berwarna hijau muda, daun hijau tua ada yang sudah menguning ada juga yang sudah jatuh di atas tanah, ada sebagian yang sudah berderai bahkan ada yang sudah menjadi tanah kembali.  Hikmah apa yang bisa kita petik ??..

Selengkapnya...

AWAS APLIKASI PESTISIDA

 

AWAS APLIKASI  PESTISIDA

 

Akhir- akhir ini, petani tidak lepas dari penggunaan pestisida untuk pengendalian OPT pada tanaman palawija, hortikultura, perkebunan bahkan buah-buahan. Aplikasi pestisida hendaknya efektif terhadap OPT sasaran dengan tidak mengganggu musuh alami, misalnya Spinosad dan Abamectin dan juga tidak mengganggu lingkungan sehingga aplkasinya berdasarkan ambang pengendalian OPT.

Beberapa Jenis pestisida berdasarkan OPT sasaran antara lain untuk serangga adalah insektisida (Agrimec, Buldok, dll), tungau/ akarina adalah akarisida (Omite, Rotraz, dll). Cendawan/jamur adalah fungisida (Amistartop, Dithane, dll), bakteri adalah bakterisida (Agrep, Bactocyne, dll). Gulma/ tanaman liar adalah herbisida (Gramoxone, Goal, dll). Tikus adalah rodentisida (Klerat, dll), siput/moluska adalah moluskisida (Siputok) serta nematoda adalah nematisida (Furadan).

Selengkapnya...

AKTIVATOR DARI ISI USUS RUMEN SAPI

 

AKTIVATOR DARI ISI USUS RUMEN SAPI  *)

Oleh : M Irfan Santoso

 

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa sapi merupakan hewan ruminansia yaitu hewan pemamah biak, pemakan daun hijauan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dalam usus rumen sapi terdapat bakteri yang mampu memfermentasi hijauan pakannya untuk diserap oleh tubuh sapi sehingga nutrisinya dapat digunakan untuk tumbuh berkembang, bergerak dan reproduksi. Oleh karena itu, dapatlah dimanfaatkan bakteri tersebut sebagai bahan aktivator guna keperluan pembuatan pupuk kompos/bokashi.

Pada waktu penyembeliahan sapi di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) maupun sewaktu Hari Raya Qurban maka dapatlah mengambil isi usus rumen yang terdapat bakteri yang dapat dijadikan sebagai aktivator ini. Adapun cara pengambilannya dengan wadah ember yang telah di persiapkan dengan larutan gula atau tetes tebu, sehingga akan tercampur dengan isi usus rumen sapi tersebut. Fungsi dari larutan tetes tebu tersebut adalah sebagai bahan makanan bakteri isi usus rumen sehingga menambah usia hidupnya sebab setelah pengambilan isi usus rumen sapi ini hanya mampu bertahan 3 jam. Apabila didapatkan isi usus rumen sapi 5 liter maka larutan tetes tebu juga dibutuhkan sebanyak 5 liter. Larutan tetes tebu dapat diganti dengan gula merah atau gula pasir secukupnya. Setelah didapatkan selanjutnya ditutup rapat ember agar menghindari kontaminasi dengan lalat atau hewan lainnya.

 

Selengkapnya...

Rencana Strategis