hubungan ketebalan lapisan

HUBUNGAN KETEBALAN LAPISAN EPIDERMIS DAUN TERHADAP INFEKSI JAMUR Alternaria porri PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU PADA EMPAT VARIETAS BAWANG MERAH

(Review Hasil Penelitian Marlitasari et al., 2016)

 

 

Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

Pendahuluan

Dalam pertumbuhannya, tanaman seringkali mengalami gangguan dari berbagai patogen penyebab penyakit baik dari kelompok jamur, bakteri, virus, nematoda, dan mikoplasma. Seperti halnya tanaman lainnya, tanaman bawang merah juga sering mengalami permasalahan bertalian dengan gangguan hama dan patogen.

Selengkapnya...

pengendalian hayati

PERAN PENGENDALIAN HAYATI DALAM

MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN

Oleh:

Rokhlani

 

Penyuluh Pertanian Madya

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Tegal

 

 

Pendahuluan

Praktik budidaya tanaman saat ini masih didominasi oleh penggunaan input luar yang tinggi. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia masih menjadi kebutuhan utama dan sangat diandalkan untuk mendongkrak target produksi. Namun, praktik budidaya tanaman yang dilakukan seprti pada masa revolusi hijau telah terbukti menimbulkan pencemaran, merusak ekosistem, dan berpotensi mengganggu kesehatan manusia. Sistem pertanian konvensional disamping menghasilkan produksi panenan yang meningkat namun telah terbukti pula menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem pertanian itu sendiri dan juga ligkungan lainnya. Keberhasilan yang dicapai dalam sistem konvensional ini juga hanya bersifat sementara, karena lambat laun ternyata tidak dapat dipertahankan akibat rusaknya habitat pertanian itu sendiri. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk memperbaiki sistem konvensional ini dengan mengedepankan kaidah ekosistem yang berkelanjutan (Aryantha, 2002).

Selengkapnya...

Tanaman Pengusir Hama

 

ANEKA TANAMAN PENGUSIR HAMA

 

 Kedatangan serangga hama pengganggu seringkali menggangu kehidupan tanaman dan menyebabkan berbagai penyakit. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengusir hama serangga, ada yang alami maupun menggunakan zat kimia. Namun penggunaan zat kimia tidak disarankan karena dampak residunya pada kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia. Untuk itu dapat menggunakan cara-cara alami seperti dengan mengusir hama serangga menggunakan tanamanrefugia.

 

 Tanaman berbunga dengan warna mencolok serta berbau sebagai pengalihan fokus serangan hama pada tanaman inti maupun tanaman inangnya sehingga tanaman budidaya akan selamat dari serangan hama serangga penghisap sari-sari makanan tanaman dan perusak buah.

 

 Refugia merupakan pertanaman beberapa jenis tanaman yang dapat menyediakan tempat perlindungan sumber pakan atau sumber daya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid (Nentwig, 1998 ; Wratten et al., 1998) 

Selengkapnya...

Abon Cabai

Abon Cabai (Abai)

 

Abon cabai merupakan produk olahan berbahan baku cabai. Disaat ini, produksi cabai berlebih maka mengakibatkan harganya terjun bebas, sedangkan penyimpanan cabai tidak lama (mudah busuk) hanya sampai 7 hari sehingga petani akan merugi. Oleh karena itu, alternatif jalan keluar  dengan mengembangkan produk olahan berbahan baku cabai.

Dengan membuat aneka olahan cabai maka akan memberi nilai tambah yaitu bisa mencapai Rp. 75.000 - Rp. 100 ribu/Kg, dengan menjadikan peluang bisnis untuk rumah tangga, apalagi minat masyarakat terhadap konsumsi bumbu instan cukup tinggi. Salah satu produk olahan adalah abon cabai (Abai). Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pembuatannya adalah ;

Selengkapnya...

potensi jamur endofit

 

POTENSI JAMUR  ENDOFIT DARI BIJI PADI  DALAM MENGHAMBAT PERKEMBANGAN JAMUR Pyricularia oryzae

 Oleh:

Rokhlani

Penyuluh Pertanian Muda

Dinas Tan-KP Kabupaten Tegal

 

 Penyakit blast Leher

Penyakit blas yang disebabkan oleh Pyricularia oryzae (teleomorf: Magnaporthe grisea ) merupakan penyakit paling penting dan merusak pada tanaman padi (Couch dan Kohn 2002 dalam Sucipto et al., 2015). Santoso dan Nasution (2009) menyatakan bahwa penyakit blas awalnya merupakan permasalahan utama pada tanaman padi gogo namun saat ini penyakit blas juga menyerang tanaman padi sawah. Teknik pengendalian yang telah diaplikasikan khususnya dengan menggunakan fungisida masih kurang efektif (Yamaguchii et al. 2000 dalam Sucipto et al., 2015). Oleh karena itu, pengendalian hama dan patogen sangat perlu dilakukan untuk mengurangi kerugian hasil (Lingga, 2010 dalam Sunariasih, 2014).

Beberapa teknik pengendalian telah dilakukan seperti penggunaan fungisida, kultur teknis, dan kultivar yang resisten, tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan. Kebijakan penggunaan pestisida tidak selamanya menguntungkan. Hasil evaluasi memperlihatkan, timbul kerugian yang tidak disadari yang sebelumnya tidak diperkirakan. Beberapa kerugian yang muncul akibat pengendalian organisme pengganggu tanaman yang semata-mata mengandalkan pestisida, antara lain menimbulkan kekebalan (resistensi) hama, mendorong terjadinya resurgensi, terbunuhnya musuh alami dan jasad non target, serta dapat menyebabkan terjadinya ledakan populasi hama sekunder. Disadari bahwa pemakaian pestisida, khususnya pestisida sintetis ibarat pisau bermata dua. Dibalik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya yang mengerikan. Tak dapat dipungkiri, bahaya pestisida semakin nyata dirasakan masyarakat, terlebih akibat penggunaan pestisida yang tidak bijaksana (Girsang W., 2009 dalam Sunariasih, 2014).

Selengkapnya...

Rencana Strategis