PETANI HARUS SEJAHTERA

“Pola Pikir” merupakan kepercayaan atau sekumpulan kepercayaan atau cara berpikir yang mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang, yang akhirnya menentukan level keberhasilan hidupnya (nasib).

Dengan demikian apabila kita ingin merubah nasib, maka kita hanya perlu mengubah pola pikir kita, dan kalau kita ingin merubah pola pikir kita maka kita harus bisa mengubah kepercayaan-kepercayaan yang sudah ada dalam memori pikiran kita yang mendasari pola pikir yang kita pakai selama ini.

 

Sebagian petani kita percaya opini yang menyatakan bahwa petani itu orang miskin mempunyai kedudukan sosial rendah, tidak mandiri, ? Kalau kita percaya bahwa petani itu orang miskin, kasta rendah dan tidak mandiri maka apa yang sudah kita percayai ini akan masuk kedalam memori pikiran kita. Selanjutnya secara otomatis akan membentuk pola pikir kita. Dengan demikian perilaku kita akan dipengaruhi pola pikir tersebut yang pada akhirnya akan terjadi kenyataan, terbentuklah nasib petani itu orang miskin, kasta rendah dan tidak mandiri

Sekarang bagaimana caranya menata pola pikir petani agar sukses dan sejahtera?

Dinas Pertanian Perkebunan dan kehutanan Kabupaten Tegal mengajak beberapa petani dan petugas pertanian melaksanakan anjangkarya ke beberapa motivator petani yang berada di daerah Sleman Yogyakartaagar mereka memiliki pola pikir sebagai petani sukses  pada tanggal 17 dan 18 Oktober 2016.

Motivator pertama dikunjungi adalah  adalah Bapak TO Suprapto, beliau  adalah pengagas Joglo Tani dari Sleman Yogyakarta yang terbentuk pada tanggal 19 Januari 2008. Suprapto menjelaskan, kehadiran lembaga ini bertujuan membantu petani menghadapi enam tekanan pada petani, yakni ekonomi, alam, sosial, budaya, global, dan kebijakan. "Jika semua tekanan ini tidak bisa diantisipasi, petani bakal terus terpuruk," ujar lelaki kelahiran30 Januari 1965 ini.

Motivator kedua adalah Bapak M. Gunung Sutopo selaku owner Sabila Farm Pakem Sleman yang merupakan Master Of Buah Naga Nasional yang memberi motivasi agar nasib petani berubah menjadi petani sejahtera dengan melaksanakan bisnis pertanian.

Dengan Sabila Farm Pak Gun, berharap akan bisa mewujudkan cita-citanya yaitu  menjadikan Indonesia menjadi produsen hortikultura terbesar di Asia bahkan di dunia. Prestasi yang telah dicapai Pak Gun saat ini membuktikan bahwa bertani adalah pekerjaan yang mulia dan bisa mensejahterakan. 

Selanjutnya rombongan mengunjungi Tani Organik Merapi yang dibentuk oleh Untung Wijanarko (44), mengungkapkan, misi TOM meningkatkan kesejahteraan petani melalui pertanian organik. TOM membantu petani mulai dari membuat jadwal tanam, cara bercocok tanam secara organik, membuat pupuk organik, hingga pemasaran hasil pertaniannya.

Peluang usaha pertanian organik mempunyai prospek yang cukup menjanjikan untuk peningkatan kesejahteraan petani, namum  agar produk produk organik dapat diterima oleh masyarakat yang peduli dengan kesehatan maka perlu adanya jaminan bahwa tanaman tersebut adalah benar benar tanaman organik untuk itu perlu ada lembaga yang menjamin  mutu tanaman organik.

Tanaman hasil dari pertanian TOM telah mendapat sertifikat jaminan dari PAMOR ( Penjamin Mutu  Organik ) yang memberikan sertifikasi terhadap tanaman yang dihasilkan oleh petani binaan TOM. Sistem penjamin berbasis komunitas (Pamor) ini menerapkan biaya murah (bahkan bisa tanpa biaya), mudah dipraktekkan (bisa diintegrasikan dalam sistim sosial dan budaya komunitas petani), sangat bisa dipercaya (karena dapat dilihat/ditinjau ke komunitas setiap saat dan setiap tahapan praktek organik yang dilakukan petani produsen).

Tujuan dari pelaksanaan anjangkarya ini adalah munculnya semangat bahwa petani harus sejahtera namun harapan yang baik hanya bisa tercapai dengan kesungguhan yang konsisten. Tidak ada keinginan yang tercapai tanpa kita melakukan, 

Salam JOS ( Jangan Omong Saja ).

Rencana Strategis