SOSIALISASI KERJASAMA IMPORTIR DAN PETANI BAWANG PUTIH KECAMATAN BUMIJAWA

 

Kewajiban bagi setiap importir bawang putih untuk menanam bawang putih dengan bekerja sama dengan petani ditekankan oleh pemerintah guna mencapai target swasembada di tahun 2019. Hal ini juga dilaksakan oleh salah satu pihak importir dari PT. Wings yang diperantai oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal oleh Ibu Ir. Eka Agus P, dengan Bapak H H    n      H. Fathudin (perwakilan PT. Wings) yang berdomisili di Kecamatan Pangkah dengan beberapa perwakilan petani bawang putih desa Bumijawa, Sumbaga, Muncanglarang, Cintamanik, Dukuhbenda dan Sigedong serta Sokatengah bertempat di UPTD Tan & KP Kec. Bumijawa pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018.  

 

Informasi singkat dari Ibu Ir. Eka Agus P., bahwa Pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian telah gencar melakukan upaya agar komoditas bawang putih tidak ketergantungan terhadap impor dengan berbagai program pelatihan bawang putih di Tuwel Kec. Bojong dari Balitsa yang pada tahun sebelumnya juga banyak dilakukan  kerjasama penanaman bawang putih Bank Indonesia dengan petani yang mendatangkan berbagai varietas bawang putih. Kendala utama adalah bibit yang berkualitas menurun dan produktivitasnya rendah sehingga dicobakan varietas yang didatangkan dari Taiwan maupun Cina.   

Pihak Importir diwakilkan Bapak H. Fathudin menawarkan kerjasama kemitraan dengan beberapa fasilitas yaitu pemberian bibit varietas Taiwan 700 kg/Ha, Biaya Saprodi Rp. 15 juta/Ha dan pelaporan administrasi Rp. 1,5 juta/Ha. Adapun kewajiban petani untuk menanam sesuai dengan ketentuan dan hasil panen mengembalikan untuk bibit 700 kg/Ha dan sisanya pembagian 30% untuk pihak Importir dan 70% untuk petani serta pelaporan kegiatan tanam bawang putih petani anggota kelompok tani yang bergabung ikut program ini dengan minimal luasan 3 Ha/kelompok tani. Hal ini sangatlah berbeda dengan pihak Importir lainnya untuk bagi hasil kerjasama kemitraan dengan petani bawang putih.

Nampaknya petani sangat antusias untuk mencoba mengikuti program ini dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan agar tidak bosan dan terus tertarik menanam bawang putih sebagaimana kejayaan komoditas bawang putih pada masa dahulu. Segala resiko dilar kesengajaan tentu dari pihak Importir akan memaafkan tanpa kewajiban pengembalian ataupun hutang sehingga dibutuhkan keseriusan petani dalam budi daya bawang putih untuk menyukseskan swasembada bawang putih berkelanjutan, semoga...

 

 

Rencana Strategis