VERIFIKASI KELOMPOK TANI CALON PENERIMA KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN SEHAT (BTS) PADI TAHUN 2019



Slawi - Budidaya tanaman padi intensif berpotensi meningkatkan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).  Untuk mengantisipasinya perlu dilakukan upaya-upaya pengelolaan sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), antara lain penerapan budidaya tanaman sehat dan pelestarian musuh alami.

 

 

Budidaya tanaman sehat padi dimulai dengan pengolahan tanah secara baik dan benar dengan menambahkan bahan organik dan meningkatkan pH tanah melalui aplikasi kapur dolomit.  Pemberian pupuk organik memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah sehingga dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan OPT.  Sedangkan upaya pemanfaatan dan pelestarian musuh alami di lapangan dengan cara penanaman tanaman refugia.  Selain sebagai tempat singgah dan menyediakan makanan bagi musuh alami, refugia akan meningkatkan biodiversity (keanekaragaman hayati) sehingga agroekosistem menjadi lebih stabil.  Agroekosistem yang stabil mampu mencegah ledakan serangan (outbreak) OPT.

 

Kegiatan verifikasi petani dan kelompok tani calon penerima kegiatan Budidaya Tanaman Sehat (BTS) Padi dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2019.  Sebanyak 10 (sepuluh) kelompok tani di 9 (sembilan) kecamatan di Kabupaten Tegal merupakan CPCL yang siap melaksanakan kegiatan dimaksud.

Rencana Strategis