Budidaya TURIMAN

 

Slawi - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan dan BPTP Jawa Tengah melakukan sosialisasi kegiatan “TURIMAN” yaitu Tumpang Sari Tanaman untuk berbagai komoditas yaitu padi – jagung, padi – kedelai dan jagung – kedelai yang diselenggarakan di Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal pada hari Rabu tanggal 26 September 2018 yang diikuti oleh petani, penyuluh dan petugas, bidang pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal.

 

Pemerintah memberikan bantuan “TURIMAN” padi Inpago dan Jagung BISI ke petani Kecamatan Pagerbarang seluas 20 Ha, Kecamatan Margasari 10 Ha dan Kecamatan Bumijawa 20 Ha yaitu berupa bibit padi 50 Kg/Ha dan bibit jagung 30 Kg/Ha yang masing-masing agar dapat ditanam pada bulan September hingga batas awal Oktober 2018 dengan harapan hasil panennya masuk di akhir tahun sebagai stok cadangan pangan.

Budidaya tumpang sari sudah lama dikenal oleh petani namun, pada tahun 2018 ini dibangkitkan kembali untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produksi khususnya tanaman Pajale (Padi Jagung dan Kedelai). Menurut Kepala BPTP Jawa Tengah, Turiman baiknya dilaksanakan pada awal musim hujan, naik itu di lahan kering/tegalan maupun sawah irigasi dengan pola tanam jajar legowo, jarak tanam antar padi 20x10 cm, antar padi - jagung 40 cm dan jagung – jagung 40 x 40 cm tanm 1 atau 2 biji perlubang dengan pengaturan jarak tanam. Demikian juga untuk jarak tanam antar komoditas padi – kedelai dan jagung – kedelai untuk diatur sehingga antara tanaman tidak saling bersinggungan/menggangu. Larikan/lajur yang menghadap sinar matahari (timur – barat) sehingga seluruh tanaman mendapatkan sinar.

Keuntungan “TURIMAN” antara lain peningkatan produksi dan produktivitas lahan sehingga dapat meningkatakan pendapatan petani, efisiensi dan kemudahan dalam pengendalian hama serta penyakit tanaman.

Di tahun 2019 ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian kembali memprogramkan Turiman (padi-jagung-kedelai) dan padi gogo dengan kuantitas lebih banyak sehingga memperluas luas tanam hingga 100.000 hektar. Mengingat informasi dari BMKG, kondisi iklim nusantara terpengaruh El Nino diperkirakan membawa dampak musim kemarau yang lebih panjang sehingga dengan program ini dapat dilaksanakan di periode tanam 2 dan 3.

Dari hasil Turiman di 3 (tiga) Kecamatan di Kabupaten Tegal tersebut mendapatkan hasil panen yang belum sepenuhnya meningkat. Ada beberapa tempat di Kecamatan Margasari dengan hasil panen yang baik namun di Kecamatan Pagerbarang dan Bumijawa mengalami panen yang kurang maksimal terutama untuk hasil gabah padi yang kurang berisi (gabuk). Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil panen tersebut diantaranya jarak tanam antara padi-jagung yang terlalu dekat sehingga berdampak sinar matahari tidak sampai ke daun tanaman padi dan serangan hawar daun, kresek serta banyaknya gulma pada lahan tanaman yang lebih cepat pertumbuhannya daripada tanaman intinya yaitu padi dan jagung. 

Praktek di lahan yang telah dilaksanakan oleh petani tidak sepenuhnya dapat diterapkan menimbang situasi dan kondisi di lahan serta daya pemahanan petani. Turiman yang dilaksanakan ini diperlukan percontohan dan bimbingan yang intensif dari PPL sehingga tujuan yang diharapkan akan tercapai untuk peningkatan produksi pangan dan efisiensi guna lahan yang optimal. Semoga dapat tercapat demi Indonesia berkedaulatan pangan dan sebagai lumbung pangan dunia.

*) Penulis PPL Kecamatan Bumijawa

UPTD Tan & KP Kec. Bumijawa

Alamat : Kompleks Kantor Kec. Bumijawa Jl. Raya Barat Bumijawa

Kabupaten Tegal KP. 52466 Hp. 081390644980

Rencana Strategis