Percepatan Serapan Gabah, Mentan Kunjungi Tegal.


Kedungkelor - Dalam rangka Percepatan Serapan Gabah, Menteri Pertanian RI melakukan kunjungan ke Kabupaten Tegal (29/03).  Kunjungan tersebut selain melakukan panen bersama juga dilakukan MOU antara Pemerintah Kabupaten Tegal dan Perum Bulog Sub Drive Pekalongan yang difasilitasi Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Tegal.

 

Acara panen bersama diawali dengan sambutan Bupati Tegal Enthus Susmono.  Dalam sambutannya, Bupati Tegal tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada kita semua untuk tetap memelihara alam lingkungan.  Alam adalah sumber kehidupan bagi manusia, sehingga keseimbangan alam perlu dijaga untuk tetap memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia secara optimal.  Tidak lupa Bupati Tegal berkisah cara panen padi  tradisionil yang menggunakan alat ”Ani-ani” untuk memanen padi.  Dengan alat tersebut Bupati berharap kita semua tetap mengingat teknologi pertanian yang sederhana dan mewarisi semangat petani jaman dulu yang tidak pernah menyerah meskipun dengan peralatan-peralatan  yang sederhana untuk bertani.

Meteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan pada saat ini tantangan di bidang  pertanian  bukan cara memproduksi namun harga komoditi yang tidak stabil diakibatkan banyak faktor.  Untuk itulah menteri pertanian memfasilitasi pemerintah daerah melakukan MUO dengan Perum Bulog untuk menampung produksi padi petani dan Kabupaten Tegal mendapat alokasi 100 ribu ton gabah.  Selama ini, pada saat panen raya harga gabah di petani berada pada kisaran Rp 3.000 – 3.200/kg. Padahal harga pembelian yang telah ditetapkan pemerintah dengan Bulog yaitu Rp 3.700/kg. Adanya disparitas yang tinggi antara harga gabah di tingkat petani dengan harga beras di pasar dapat merugikan petani.

Tantangan lain bagi petani adalah usaha pertanian adalah usaha dengan resiko cukup tinggi.  Gagal panen baik diakibatkan hama, penyakit maupun bencana sering dialami oleh petani.  Untuk itu Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran untuk asuransi bagi petani yang dipercayakan kepada PT. Jasindo dan pada tahun anggaran 2016 ini alokasi lahan yang diasuransikan seluas 1 juta Ha.

 Pada kesempatan kunjungan ini Mentan berjanji memberikan bantuan :

-          bibit padi untuk 10.000 ha,

-          alsintan

-          pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi

-          pompa untuk pembangunan irigasi air permukaan

Rencana Strategis