PELATIHAN PENGAWETAN BAMBU

Cempaka – Bambu  merupakan hasil hutan bukan kayu unggulan Kabupaten Tegal selain tanaman kapulaga. Bambu merupakan “emas hijau” yang bisa menggantikan kayu, mengingat ketersediaan kayu semakin sedikit dan harga semakin tinggi. Bambu memiliki beberapa keistimewaan diantaranya umur 3 tahun sudah bisa dipanen, dan rumpun tidak langsung habis saat dipanen, bambu bisa tumbuh lebih cepat. Sedangkan kayu sekali tebang akan menunggu lama lagi hingga bibit menjadi tanaman kayu hingga minimal 5 tahun agar bisa dipanen itupun untuk kayu dengan pertumbuhan cepat. Meski demikian bambu dengan pertumbuhan yang sangat cepat memiliki kelemahan. Kelemahan bambu adalah tidak bisa bertahan lama apabila sudah terkena serngan kumbang bubuk. Untuk mengatasi masalah tersebut telah ditemukan metoda pengawetan bambu, sehingga bambu setelah diawetkan bisa tahan hingga 30 - 40 tahun.

Baru baru ini di desa Cempaka diadakan pelatihan pengawetan bambu dengan metode moderen tetapi paling sederhana yaitu metode vsd. Meski demikian pengawetan model ini bisa membuat bambu aman dari serangan kumbang bubuk, dan bisa bertahan 30 tahun hingga 40 tahun. Pelatihan ini bertempat di Balai Desa Cempaka, dan dihadiri oleh Bapak Camat Bumijawa, Bapak Kades Cempaka, Penyuluh Kehutanan Kec. Jatinegara, Ka UPTD Dinas Tanbunhut Kec. Bumijawa, Bojong dan Jatinegara, serta diikuti oleh 40 peserta pelatihan dari kelompok tani hutan di 4 Kecamatan. Yaitu kecamatan Pangkah, Bumijawa, Bojong dan Jatinegara. Diharapkan dengan pelatihan pengawetan bambu akan bisa menaikan kelas bambu di Kabupaten Tegal. Dari yang harga 5 ribu di tingkat pemilik bambu bisa  menjadi  30 ribu per 6 meter, seperti yang telah dilakukan sahabat bambu  di Yogyakarta. Aamiin

.

Rencana Strategis