./Serizawa

 

9.

Nama Kelompok Usaha

:

Kelompok Tani Dana Karsih

 

Produk yang dihasilkan

:

Daun teh kering

 

Nama kontak person

:

Fahruri

 

Alamat

:

Desa Begawat

Kecamatan Bumijawa

 

No. HP

:

081394353335

 

Tanaman teh di ladang petani di Desa Begawat tumbuh subur tersebar tak beraturan diantara tanaman sayuran dan tidak diperlakukan secara khusus seperti di perkebunan teh umumnya. Padahal tanaman teh tersebut masih produktif dan menjadi salah satu tanaman yang memberikan nilai ekonomi bagi petaninya selain untuk dikonsumsi sendiri. Maka tak mengherankan bila berkunjung ke daerah ini akan dijumpai hidangan teh segar dengan aroma klasik dan natural yang dibuat oleh tangan-tangan polos petani tradisional.

 

Tanaman teh menjadi penghasilan alternatif selain tanaman sayuran seperti cabai, tomat, daun bawang dan lainnya. Setiap dua minggu sekali biasanya petani memetik pucuk daun teh untuk dijual ke perajin atau rumah industri teh yang dihargai Rp. 1.500,- per kilonya. Sebagai petani yang di ladangnya tumbuh tanaman teh, tak jarang jika mereka biasa mengolah teh untuk di konsumsi sendiri.

Kelompok Tani Dana Karsih selain berusaha tani tanaman sayuran juga berusaha tani tanaman teh serta menjadi pemasok daun teh segar di Desa Begawat, untuk kemudian diolah menjadi teh kering. Kelompok ini mempunyai anggota sebanyak 10 petani.

 Sedikitnya 20 kg daun teh diolah tiap petani setiap dua hari sekali, dengan standar olahan teh petani tradisional menggunakan peralatan rumah tangga yang sederhana. Saat mengolah teh diperlukan lebih dari satu orang tenaga kerja,karena ada satu tahapan mengolah teh yang membutuhkan tenaga kuat yaitu saat teh hendak digeles atau proses mengeluarkan kandungan air dan getah.

Selain di Desa Begawat, beberapa desa di Kecamatan Bumijawa juga banyak dijumpai tanaman teh. Diantaranya Desa Batumirah, Guci, Bumijawa, Muncanglarang, Begawat dan Dukuhbenda. Secara umum tanaman teh yang tersebar di desa-desa di Kecamatan Bumijawa dan Bojong juga merupakan tanaman alternatif. Biasanya petani mengambil manfaat dari tanaman teh setelah mengurus tanaman sayuran maupun palawijanya.

Menurut Fahruri teh tradisional olahan tangan petani ini masih bertahan dan semakin digemari. Menurutnya pembeli lebih suka teh tradisional karena aromanya yang natural dan rasanya lebih pahit dan segar, serta lebih berkhasiat bagi kesehatan.

Dari 4 kg teh segar diolah menjadi 1 kg teh kering. Untuk 1 kg teh kering harganya bisa mencapai Rp. 35.000,-. Dalam satu bulan kurang lebih 50 kg teh kering yang dihasilkan, yang berarti hasil yang diperolah sebesar 2 juta rupiah. Komponen biaya yang dikeluarkan untuk mengolah teh tradisional hanya untuk bahan bakar berupa kayu bakar, maka keuntungan yang diperoleh kurang lebih 1,9 juta rupiah

 

Rencana Strategis