Kapulaga

 

11.

Nama Kelompok Usaha

:

Asosiasi Petani Kapulaga

 

Produk yang dihasilkan

:

Kapulaga

 

Nama kontak person

:

Muhtarudin

 

Alamat

:

Jl. Lebakwangi Rt. 03/III

Desa Lebakwangi Kec. Jatinegara

 

No. HP

:

081326832153

 

Produk pertanian biofarmaka kapulaga sedang gencar-gencarnya dikembangkan di Kabupaten Tegal khususnya di 4 (empat) kecamatan, masing-masing Jatinegara, Bojong, Bumijawa, dan Balapulang. Dari keempat kecamatan tersebut, total lahan yang dikembangkan untuk sentra tanaman campuran jamu itu sekitar 364, 8 meter.

Budidaya kapulaga ini sebelumnya telah didukung Pemkab lewat terbitnya Surat Keputusan Bupati Tegal nomor 360/1286/2012 tentang penetapan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), yakni kapulaga. Dan dari empat kecamatan tersebut Jatinegara rupanya telah menjadikan kapulaga sebagai komoditas primadona.

 

Pola pemasaran kapulaga saat ini masih mengacu pada dua cara. Disatu sisi masih secara tradisional dengan menjualnya ke pasar, dan disisi lain dipasok pada pengrajin jamu simping. Jadi pola penjualan belum bombastis. Disinilah perlu adanya membentuk lembaga untuk menunjang terwujudnya sentra kapulaga, sekaligus menjadikan Kabupaten Tegal sebagai sentra kapulaga nasional.

Dari kalkulasi di lapangan terkuak untuk perkiraan tanam pertahunnya mampu menghasilkan panenan sekitar 830,9 ton. Dimana untuk harga basah kapulaga saat ini mencapai Rp 7.000 perkilogramnya. Sementara untuk produk kering mencapai Rp.35.000 hingga Rp.40.000 perkilogramnya. Setidaknya bila dihitung untuk produk kapulaga basah didapat nilai ekonomi sebesar Rp 5, 8 milliar pertahunnya.

Untuk mewujudkan sentra kapulaga, perlu dibentuk kelembagaan yang tepat. Maka pada tahun 2013 dibentuklah Asosiasi Petani Kapulaga yang didalamnya beranggotakan petani kapulaga diempat kecamatan tersebut. Sentra ini diinisiasi oleh Dinas Tanbunhut bersama Balai Pengelolaan DAS Pemali Jratun Semarang sebagai kepanjangan tangan Kementerian Kehutanan. Pembuatan kelembagaan sentra kapulaga di Kecamatan Jatinegara, selain melibatkan steakholder seperti pihak Perhutani dan mitra usaha tani, juga melibatkan pabrikan jamu simping, dan kelompok tani.

Pengembangan sentra kapulaga di Kabupaten Tegal bukanlah tanpa pertimbangan. Selain kapulaga sudah dikenal masyarakat khususnya di Kecamatan Jatinegara, kapulaga juga merupakan komoditas tanaman bahan baku jamu (herbal) yang mudah dibudidayakan, serta sangat cocok ditanam dibawah tegakan hutan rakyat. Sehingga bersinergi dengan program pengembangan hutan rakyat di Kabupaten Tegal.

 

Rencana Strategis